OMBAK FAPET UNIKAMA

OMBAK Pertemuan Kedua FAPET UNIKAMA: Kenali Laboratorium dan Kearifan Lokal Peternakan

MALANG – OMBAK FAPET UNIKAMA 2026 menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memperkenalkan lingkungan akademik, fasilitas pembelajaran, dan pengembangan ilmu peternakan kepada mahasiswa baru. kembali dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026. Pada pertemuan kedua ini, mahasiswa baru Program Studi Peternakan diajak mengenal laboratorium peternakan serta memahami kearifan lokal sebagai sumber inspirasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FAPET UNIKAMA dalam membekali mahasiswa dengan wawasan akademik, keterampilan praktis, dan pola pikir inovatif berbasis potensi lokal.

OMBAK FAPET UNIKAMA Kenalkan Laboratorium Peternakan

Melalui kegiatan ini, OMBAK FAPET UNIKAMA memperkenalkan peran laboratorium sebagai sarana praktikum, penelitian, dan pengembangan keterampilan mahasiswa di bidang peternakan. Kegiatan diawali dengan kunjungan ke sejumlah laboratorium yang dimiliki Fakultas Peternakan UNIKAMA, meliputi Laboratorium Reproduksi Ternak, Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, serta Laboratorium Teknologi Hasil Ternak. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan fasilitas pendukung pembelajaran, penelitian, dan pengembangan keterampilan praktis di bidang peternakan.

Pengenalan laboratorium ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan praktikum, pengamatan, dan penelitian yang berkaitan langsung dengan bidang ilmu yang dipelajari.

Kearifan Lokal Peternakan sebagai Inspirasi Penelitian

Setelah kegiatan pengenalan laboratorium, mahasiswa mengikuti penyampaian materi yang dibawakan oleh Dekan Fakultas Peternakan UNIKAMA, Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., MP., IPM. Materi yang disampaikan mengangkat tema “Kearifan Lokal: Perspektif Fakultas dan Program Studi Peternakan sebagai Ide Proyek Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.”

Dalam materi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan konsep kearifan lokal sebagai pengetahuan, nilai, dan praktik yang tumbuh dari pengalaman masyarakat setempat dalam berinteraksi dengan ternak serta lingkungan sekitarnya. Kearifan lokal tidak sekadar berkaitan dengan tradisi, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Perspektif ini menjadi penting dalam pengembangan ilmu peternakan karena berbagai praktik yang telah diterapkan masyarakat dapat dipelajari, didokumentasikan, dan dikaji secara ilmiah. Dengan demikian, pengetahuan lokal berpeluang dikembangkan menjadi dasar penelitian dan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata.

Potensi Peternakan Lokal untuk Proyek Mahasiswa

Melalui materi yang disampaikan, mahasiswa diajak mengenali beragam bentuk kearifan lokal dalam bidang peternakan, mulai dari pengetahuan dalam memilih dan memelihara ternak, pemanfaatan bahan pakan lokal, sistem gotong royong antarpeter­n​ak, hingga tradisi dan preferensi masyarakat terhadap ternak maupun produk peternakan.

Potensi tersebut dapat ditemukan dalam berbagai konteks lokal, termasuk pengembangan sapi Madura, usaha sapi perah di wilayah Malang Raya, serta pemeliharaan kambing lokal. Berbagai aspek tersebut dapat menjadi objek pengamatan dan pengembangan gagasan penelitian, seperti karakteristik ternak, performa reproduksi, manajemen pemeliharaan, pemanfaatan pakan, hingga peningkatan nilai tambah produk peternakan.

Selain itu, mahasiswa dapat mengembangkan ide proyek dengan mengamati praktik peternakan yang diterapkan oleh masyarakat di lingkungan sekitar. Pengamatan tersebut dapat mencakup pemanfaatan sumber daya lokal, strategi pemeliharaan ternak, serta upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil peternakan. Hasil pengamatan kemudian dapat dikembangkan menjadi gagasan penelitian sederhana yang sesuai dengan bidang ilmu peternakan dan berorientasi pada kebutuhan peternak.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada pentingnya menghubungkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kondisi nyata di masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, kearifan lokal dapat menjadi titik awal untuk mengidentifikasi permasalahan, menyusun pertanyaan penelitian, melakukan pengumpulan data, serta merumuskan solusi berdasarkan kajian ilmiah.

OMBAK FAPET UNIKAMA Dorong Mahasiswa Berpikir Inovatif

Pembekalan pada pertemuan kedua OMBAK ini sejalan dengan arah pengembangan Fakultas Peternakan UNIKAMA sebagai fakultas yang inovatif berbasis kearifan lokal dengan lulusan yang kompeten di bidang peternakan.

Mahasiswa diharapkan mampu memahami keterkaitan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan tidak hanya diarahkan untuk penguasaan teori, tetapi juga untuk menghasilkan gagasan dan solusi yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat peternak.

Melalui rangkaian kegiatan pengenalan laboratorium dan penyampaian materi tersebut, OMBAK menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik FAPET UNIKAMA sekaligus membangun pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam memandang potensi sektor peternakan.

Fakultas Peternakan UNIKAMA berharap kegiatan OMBAK dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi, mengenali potensi bidang ilmu yang dipelajari, serta menumbuhkan semangat untuk mengembangkan peternakan yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Scroll to Top