FAPET UNIKAMA Tingkatkan Wawasan Kesehatan Ternak melalui Kuliah Tamu Penyakit Rabies pada Ternak, Kerja Sama dengan BRIN

Malang, 16 Oktober 2026 — Fakultas Peternakan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (FAPET UNIKAMA) menyelenggarakan pertemuan ketiga Kuliah Tamu Ilmu Kesehatan Ternak pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan kali ini mengangkat topik “Penyakit Rabies pada Ternak” dengan menghadirkan Dr. Muchamad Luthfi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai narasumber.

Dilaksanakan secara daring melalui Zoom, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, guru, dan alumni. Kuliah tamu tersebut menjadi bagian dari upaya FAPET UNIKAMA dalam memperluas wawasan peserta mengenai penyakit ternak serta pentingnya penerapan prinsip kesehatan dan keselamatan dalam kegiatan peternakan.

Rabies merupakan penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menular kepada manusia. Penyakit ini termasuk zoonosis yang memerlukan perhatian serius karena berisiko menimbulkan dampak kesehatan yang berat. Anjing merupakan sumber penularan rabies kepada manusia yang paling umum, meskipun berbagai mamalia dapat terinfeksi.

Pembahasan mengenai rabies menjadi penting untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap karakteristik penyakit, potensi penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang perlu diperhatikan. Dalam konteks peternakan, pengetahuan mengenai penyakit yang dapat menyerang ternak dan berpotensi berdampak terhadap manusia merupakan bagian penting dari penerapan kesehatan ternak yang bertanggung jawab.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kemampuan mengenali perubahan perilaku atau kondisi ternak yang mencurigakan. Namun, tanda klinis saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis rabies. Apabila ditemukan dugaan kasus, masyarakat tidak dianjurkan menangani ternak tersebut secara langsung dan perlu segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan ternak atau instansi berwenang.

Upaya pencegahan rabies juga memerlukan kesadaran bersama, termasuk vaksinasi ternak penular rabies sesuai ketentuan, pengawasan terhadap hewan, serta penerapan prosedur keselamatan ketika berinteraksi dengan ternak yang berisiko. Apabila terjadi gigitan atau paparan yang dicurigai berisiko rabies, korban perlu segera mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit serta mencari pertolongan medis untuk penilaian lebih lanjut.

Bagi mahasiswa Fakultas Peternakan, pemahaman mengenai rabies dan penyakit zoonosis lainnya dapat memperkuat kesadaran terhadap hubungan antara kesehatan hewan, kesehatan manusia, dan lingkungan. Pengetahuan ini juga mendukung pembentukan calon tenaga profesional peternakan yang mampu mengidentifikasi potensi risiko dan memahami pentingnya koordinasi dengan tenaga kesehatan hewan.

Kegiatan kuliah tamu ini menjadi salah satu bentuk penguatan pembelajaran melalui kerja sama antara FAPET UNIKAMA dan BRIN. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkaya pengetahuan peserta sekaligus mendorong keterhubungan antara proses pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan hewan.

Melalui rangkaian Kuliah Tamu Ilmu Kesehatan Hewan, FAPET UNIKAMA terus mendorong peningkatan pemahaman mahasiswa dan peserta lainnya terhadap berbagai persoalan kesehatan ternak. Pembahasan mulai dari pemeriksaan kesehatan ternak, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hingga rabies diharapkan dapat memperkuat kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini, pencegahan penyakit, dan penerapan praktik peternakan yang bertanggung jawab.

Scroll to Top