Malang – Fakultas Peternakan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (FAPET UNIKAMA) terus memperluas jejaring kemitraan strategis dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bertempat di lingkungan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Kamis (30/7), Fakultas Peternakan bersama Gajayana TV secara resmi melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Peternakan UNIKAMA dengan Gajayana TV, sekaligus Implementation Arrangement (IA) antara Program Studi Peternakan dengan Gajayana TV.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, publikasi, promosi, pengabdian kepada masyarakat, serta penyebarluasan informasi dan inovasi di bidang peternakan kepada masyarakat luas.
Sebagai rangkaian kegiatan, dilaksanakan FAPET Insight Podcast yang menghadirkan narasumber :
Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., M.P., IPM. selaku Dekan Fakultas Peternakan UNIKAMA.
Dr. Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani, S.Pt., M.M. selaku Ketua Program Studi Peternakan.
M. Sharoni, S.Pt. selaku Kepala Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir sekaligus alumni Fakultas Peternakan UNIKAMA.
Dalam podcast tersebut, para narasumber mengupas berbagai isu strategis mengenai perkembangan dunia peternakan sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda untuk tidak ragu memilih Program Studi Peternakan sebagai jalan menuju karier yang menjanjikan.
Salah satu pembahasan utama adalah mengenai masih rendahnya minat masyarakat terhadap pendidikan peternakan akibat persepsi yang kurang tepat mengenai prospek lulusannya. Para narasumber menegaskan bahwa kebutuhan tenaga profesional di bidang peternakan justru semakin meningkat seiring berkembangnya sektor agribisnis, industri pangan, serta program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Topik lain yang menjadi perhatian adalah perkembangan teknologi reproduksi ternak, khususnya inseminasi buatan (IB) yang telah menjadi salah satu teknologi penting dalam meningkatkan produktivitas ternak. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa berdasarkan kebijakan pemerintah saat ini, lulusan Sarjana Peternakan memiliki peluang untuk berperan sebagai inseminator setelah memenuhi ketentuan yang berlaku, sehingga membuka kesempatan profesi yang semakin luas bagi para lulusan.
Diskusi juga mengangkat pentingnya manajemen reproduksi dan kebuntingan ternak. Pengelolaan kebuntingan yang baik, didukung dengan penerapan teknologi dan manajemen pemeliharaan yang tepat, menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas usaha peternakan sekaligus mendukung keberhasilan program peningkatan populasi ternak nasional.
Selain membahas aspek teknis peternakan, podcast juga menyoroti isu ketahanan pangan yang saat ini menjadi perhatian nasional. Sektor peternakan dinilai memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber protein hewani yang berkualitas sekaligus menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Sebagai alumni yang telah berhasil mengembangkan potensi wilayah melalui sektor peternakan, M. Sharoni membagikan pengalaman bagaimana ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diimplementasikan secara nyata di masyarakat. Menurutnya, lulusan peternakan memiliki peluang besar untuk menjadi agen perubahan dalam pembangunan daerah melalui pengembangan potensi peternakan lokal yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.
Para narasumber juga memandang bahwa wajah peternakan Indonesia dalam sepuluh tahun mendatang harus mengalami transformasi. Modernisasi kandang melalui sistem close house, pemanfaatan teknologi informasi, digitalisasi manajemen peternakan, hingga inovasi pengolahan limbah menjadi energi dan produk bernilai tambah merupakan langkah yang harus terus dikembangkan guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan usaha peternakan.
Tidak hanya itu, mahasiswa peternakan didorong untuk memanfaatkan peluang kerja yang sangat terbuka setelah lulus. Pengalaman bekerja di industri peternakan dapat menjadi bekal sekaligus sarana mengumpulkan modal dan pengalaman sebelum membangun usaha sendiri. Dengan demikian, lulusan peternakan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dekan Fakultas Peternakan UNIKAMA, Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., M.P., IPM., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Gajayana TV diharapkan mampu menjadi media edukasi yang efektif dalam memperkenalkan dunia peternakan kepada masyarakat luas sekaligus mengangkat berbagai inovasi, penelitian, prestasi mahasiswa, serta kiprah alumni Fakultas Peternakan UNIKAMA.
Melalui kerja sama ini, Fakultas Peternakan UNIKAMA semakin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memperkuat sinergi dengan berbagai mitra, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan serta kemajuan sektor peternakan Indonesia.





